UNIVERSITAS GUNADARMA

Jumat, 09 Oktober 2015

T1_36114518(Mediana Dwi Darmayanti)


1.      Dari uraian singkat mengenai definisi informasi yang anda ketauhi kebutuhan informasi  apa yang singkat mendasar bagi suatu perushaan dalam mengembangkan manajemennya?  Sebutkan dan jelaskan hal tersebut berikut contoh perushaan yang memanfaatkan informasi (perushaan  tersebut ( seperti contoh perusahaan sampoerna . cari contoh lainnya minimal 1
Jawaban :
Ø  SIGMA ( sigma cipta caraka ) merupakan perushaan penyedia layaan pendukung bisnis berbasis teknologi informasi dan komunikasi terdepan PT sigma memiliki komitmen untuk memberi manfaat teknologi pada sektor bisnis .
Ø  Telkomvision
Ø  ERP (enterprise resources planning )

2.      Sebutkan dan jelaskan lima bentuk sumber yang dikelola oleh seoreang maajemen?
Jawaban :
Ø  Manusia : manusia berperan penting dalam proses pengeloloaan manajemen , karena disinilah titik tonggak pengolahan informasi yang akan disampaikan dan diatur dalam sebuah proses  manajemenpada suatu perusahaan atau intansi tertentu
Ø  Material : salah satu sumber yang bisa dikelola seorang manajer untuk dijadikan barang modal yang akan diproses dalam system informasi manajemen atau perusahan sendiri untuk ditransaksikan
Ø  Mesin : salah satu sumber penghasilan dan penyempurnaan dari material yang sudah diolah dan bisa menjadikan sebuah alat yang bisa mendapatkan keuntungan dari hasil proses da transaksi yang dilakukan bisa membantu kelancaran dalam kegiatan sebuah perusahaan
Ø  Uang : suatu modal yang sangat penting dalam menunjang aktivitas dan keseimbangan proses manajemen yang yang diterapkan serta menjadi sebuah sarana penting untuk perusahaan
Ø  Informasi : data – data yang perlu disimpan dan diolah karena setiap informasi yang masuk harus diolah atau didistribusikan pada  4 titik point penting

3.      Elemen lingkungan adalah organisasi atau individu yang berada diluar perusahaan dan mempunyai pengaruh langsung atau tidak langsung pada perusahaan . Sebutkan dan jelaskan elemen elemen lingkungan manakah yang dapat secara mudah berhubungan dengan perusahaan yang mengunakan transmisi elektronik ?
Jawaban :
a.      Variabel social
-        Faktor demografik/ demografis : jumlah ,komposisi ,dan pertumbuhan
-        Faktor gaya hidup : Selera masyarakat trend yang sedang digemari
-        Faktor social : Adat istiadat norma . dll
b.      Variabel Ekonomi
Berkaitan erat dengan indicator ekonomi yang bersifat umum mengukur tabungan ,investasi , produktivitas ,lapangan kerja , kegiatan pemerintah dll
c.      Variabel politik
Faktor yang terkait dengan kondisi iklim perpolitik yang ada di daerah tersebut
d.      Variabel teknologi
Kemajuan dibidang teknologi yang berubah disetiap waktu membuat oprasional usaha menjadi lebih efektif dan efisien
Ø  Internet memb uat perusahan dapat mengetahui pasang pasar ,modal , serta pengiriman , pendistribusian barang , jasa , sumber daya dll
Ø  Telephone atau handphone membuat perusahaan bisa saling terhubung sebagai media antar perusahaan
Ø  Faxximille atau telegram sebuah perushaan dapat mengirimkan dan menerima infirmasi
Ø  Jaringan komputer kabel / nirkabel dapat digunakan oleh setiap perusahaan untuk membuat kerja sma ynag baik


Sabtu, 01 Agustus 2015

seseorang yang hidup dibawah tekanan didalam keluarganya dia merasa seperti ada dipenjara yang melakukan apapun tidak boleh  . rasanya ingin berteriak sekencang kencagnya namun sulit tak bisa berkutiuk lagi haya menunngu waktu sampai kapan ini akan berakhir

cinta dunia maya berujung LDR


Cinta Dunia Maya Berujung LDR

Nama saya Doni saya kuliah jurusan komunikasi disalah satu universitas dijakarta dan pacar saya Lusi kuliah jurusan ekonomi disalah satu universitas dijogjakarta .
Hubungan LDR kami memang belum berjalan lama, namun kami menjalani hubungan ini serius dengan komitmen yang telah kami buat da disepakati bersama . awal cerita tahun 2012 sekitar bulan November lusi menyapa saya lewat mention dijejaring social ,awalnya saya tidak menanggapi sapaannya karena memang yang namanya dujejaring social banyak sekali cewe yang mendapatkan sapaan gratis dan berujung konyol atau gombal kalau diladenin . ya begitu pula dengan saya .namun mungkin karena dia sudah mempunyai niat baik atau apa.. beberapa minggu setelah itu dia menyapa lagi dan kali ini cara dia menyapa berbeda , dia menyapa dengan “asssalamualaikum doni “ dank arena itulah saya membalasnya .
Sebenarnya biasa saja tapi disitulah awal dari ceritanya . sejak saat itu kami mulai dekat da semkin dekat bayangkan baru kenal sekitar 2 bulan tanpa pernah bertemu dan dan hanya pernah satu kali bertatap muka via skype pada tanggal 27 januari pertepatan dengan hari ulang taun saya , lusi menyatrakan perasaanya yang sedkit surprise yang bagi saya sangat sangat bermakna . tapi itulah dia .. yang bisa membuat saya membalas perasaannya dengan waktu perkenalan yang terbilang sangat singkat . ini mungkin terbilang sedikit konyol karena kami memutuskan LDR , sedangkan bertemu secara langsung pun kami belum pernah dan komunikasi pun sangan jarang karena sama sama sibuk . sampai pada bulan ke lima LDR ini allhamdulilah kami tidak mengalami banyak masalah , semua berjalan lancar dan untungnya pada bulan ke enam bertepatan liburan musm dingin kaka pertama saya mengadakan resepsi pernikahan tentu saja saya sebagai adik kandung mesti pulang .begitu mendengar kabar kalau kaka mau menikah dan dan orang tua meminta saya untuk pulang rasanya seneng banget . selain melepas rindu sama keluarga , saya pikir itulah kesempatan saya untuk bisa bertemu dengan lusi . untuk pertama kalinya . bayangkan untuk pertama kalinya setelah 6 bulan pacaran . lusi yang mendengar kabar saya mau pulang pun senang dan tapi herannya dia tidak menawarkan dirinya untuk jemput dibandara , dia malah bilang “ kalau sya tidak bisa jemput kamu dibandara tidakpapakan? “ kesel dih dengernya tapi okelah mungkin dia memang sibuk kuliah .
Selama perjalanan kita saling berkomunikasi via inbox fb . wktu itu dia bilang  “ aku ternyata ga bisa jemput kamu , tapi liat nanti deh ya . sedih , galau apalah namanya . tapi saya tetap tidak mau negative thinking dan menikmati perjalanan dan setibanya dibandara dengan nafas ngosngosan  karena mengharapkan kehadirannya disana . pada saat itulh tingkat kegalauan saya benar benar diuji kalau dia memang tidak jemput saya harus ngapain dibandara selama 11 jam
Setelah itu saya benar benar memastikan apakah dia ada atau tidak dengan hati yang degdegka engga pede pokoknya campur aduk lah . dan sekitar 8 meter dari saya berdiri saya melihat seseorang yang mirip dia , astaga ternyata benar dia . dan selama liburan kami menghabiskan waktu bersama kami memanfaatkan waktu kami untuk bertukar cerita . dan pada akhirnya masa liburan pun tinggal 1 minggu saya pun harus segera kembali ke jakarrta . berat rasanya semua terasa singkat kita harus menunggu 6 bulan lagi untuk bertemu .
Allhamduliah hubungan ini masih masih berlangsung meskipun benar benar membutuhkan kesabaran dan tingkat kepercayaan yang ekstra tinggi untuk mempertahankannya .
ingin seseorang maju dan berhasil tetapi setiap kegiatannya dilarang coba fikirkan seseorang itu akan bingung ingin melakukan apa

Senin, 22 Juni 2015

cinta itu tidak selamanya membuat bahagia kadang cinta bisa membuat kita menangis dan sedih . dan jangan pernah mengakhiri suatu hubungan karna rasa bosan karna kelak akan menyesal .

Sabtu, 02 Mei 2015

Organisasi & Metode ( Tugas IV )


Arti pengembangan Organisasi

1. Pengertian Pengembangan Organisasi (OD)
a. Strategi untuk merubah nilai-nilai daripada manusia dan juga struktur organisasi sehingga organisasi
itu adaptif dengan lingkungannya.
b. Suatu penyempurnaan yang terencana dalam fungsi menyeluruh (nilai dan struktur) suatu organisasi.
2. Mengapa Pengembangan Organisasi (OD) Perlu Dilakukan?
Dalam kenyataannya organisasi seringkali terjadi stagnan yang disebabkan keengganan manusia untuk mengikuti perubahan, dimana perubahan dianggap bisa menyebabkan dis equilibrium. Hal ini mengakibatkan patologi dalam organisasi sehingga perlu dilakukan evaluasi, adaptasi, kaderisasi dan inovasi.
Sebab-sebab penolakan/ penentangan terhadap perubahan adalah :

a.  Security
Merasa tidak aman dengan kondisi baru yang belum diketahui sehingga perlu penyesuaian.

b.  Economic (berkaitan dengan untung rugi)
Organisasi cenderung menolak perubahan karena tidak mau menanggung kerugian dengan adanya perubahan.
c.  Psikologis dan budaya/kebiasaan
Ø  Persepsi
Persepsi yang salah bisa menjadi sumber terjadinya sikap menentang terhadap perubahan.
Ø  Emosi
Emosi akan menimbulkan prasangka sehingga cenderung menolak perubahan.
Ø  Kultur
Berguna sebagai dasar dalam menilai hal-hal baru yang diterimanya.

Faktor –faktor penyebab dilakukannya pengembangan organisasi adalah :
§ Kekuatan eksternal
§ Kekuatan internal

Didalam OD terdapat pendekatan integratif yaitu :
v Adanya organisasi dan manajemen yang terencana ke arah organisasi dan manajemen yang manusiawi.
v Adanya perkembangan konsepsi latihan kepekaan dan studi laboratorium. Pemikiran ini didahului oleh Kurt Lewin mengenai Counter Group bergeser pda Incounter Group. Hal ini dirasa tidak bisa membantu didalam prakteknya.
v Pengembangan potensi manusia.

3. Karakteristik Pengembangan Organisasi
a       Keputusan penuh dengan pertimbangan.
b       Diterapkan pada semua sub sistem manusia baik individu, kelompok dan organisasi.
c       Menerima intervensi baik dari luar maupun dalam organisasi yang mempunyai kedudukan di luar mekanisme organisasi.
d       Kolaborasi.
e       Teori sebagai alat analisis.

4. Langkah-Langkah Pengembangan Organisasi
a       Penilaian keadaan.
b       Pemecahan masalah.
c       Implementasi.
d        Evaluasi.

A.    Sejarah perkembangan Organisasi
Sejarah Pengembangan Organisasi sangat erat hubungannya dengan teori organisasi. Teori Organisasi meliputi teori organisasi klasik, teori organisasi neoklasik, dan teori organisasi modern.
Teori Organisasi Klasik
Teori klasik (classical theory) kadang-kadang disebut juga teori tradisional yang berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai tahun 1800( abad 18).
Dalam teori ini organisasi didefinisikan sebagai struktur hubungan, kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain bila orang-orang bekerja sama.
Teori Klasik berkembang dalam 3 aliran yaitu: teori birokrasi, teori administrasi, dan manajemen ilmiah.
a.      Teori Birokrasi
b.     Teori Administrasi
c.      Manajemen Ilmiah
d.     Teori Organisasi Neoklasik
e.      Teori Organisasi Modern

Tujuan Perkembangan Organisasi ;
1. Menciptakan keharmonisan hubungan kejra antara pimpinan dengan staf anggota
organisasi.
2. Menciptakan kemampuan memecahkan persoalan organisasi secara lebih terbuka
3. Menciptakan keterbukaan dalam berkomunikasi.
4. Merupakan semangat kerja para anggota organisasi dan kemampuan
mengendalikan diri.

B.    Karakteristik Pengambangan Oragnisasi

Karakteristik Pengembangan Organisasi
Karakteristik organisasi adalah perilaku dan tingkah laku suatu badan/institusi terhadap kondisi yang ada diluar institusi itu maupun didalam institusi itu sendiri.

Secara umum karakteristik pengembangan organisasi :
1)     Keputusan yang penuh pertimbangan
2)     Diterapkan pada semua sub-sistem manusia baik individu, kelompok, dan organisasi
3)     Menerima intervensi baik dari luar maupun dalam organisasi yang mempunyai kedudukan di luar mekanisme organisasi
4)     Kolaborasi
5)     Teori sebagai alat analisis
6)     Mengutamakan potensi manusia
7)     Interaksi dan Interpendensi
8)     Pendekatan Ilmiah
.
C.    Organisasi Masa Depan (Pandangan Baru Tentang Perkembangan Organisasi)

Dalam abad duapuluh satu ini setiap organisasi akan dan harus menghadapi persaingan yang semakin kompleks dan menantang, baik persaingan aktual maupun potensial, yang aktual harus dihadapi dan yang potensial perlu diantisipasi. Dalam menghadapi semua itu terdapat dua pendekatan yang mungkin diambil oleh suatu organisasi yaitu :
1) Pendekatan yang berbasis sumberdaya tangible, dan
2) Pendekatan yang berbasis Sumberdaya manusia (intangible).
Organisasi yang menganggap bahwa persaingan hanya bersifat fisik pendekatan pertama yang akan diambil, organisasi hanya berputar-putar dalam masalah yang nyata, karena memang inilah yang paling bisa dilihat dan ditunjukan, namun bagi yang melihat persaingan ke depan lebih mengarah pada persaingan pengetahuan, tanpa mengabaikan hal fisik, maka pengembangan SDM akan menjadi prioritas, dan ini perlu komitmen yang kuat karena time-response dari cara ini lama dan susah dilihat apalagi ditunjukan, namun pendekatan ini sebenarnya akan sangat dirasakan dalam menyehatkan dan mengembangkan suatu Organisasi menjadi organisasi pembelajar (learning organization).
Konsep organisasi masa depan:
1. Lean Organisasi.
2. Virtual Organisasi
3. Plug and Play
Kepemimpinan 
Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.
>    Tipe- Tipe Kepemimpinan
Ada enam tipe kepemimpinan yang diakui keberadaannya secara luas.
1) Tipe pemimpin Otokratis
Yaitu seorang pemimpin yang otokratis adalah seorang pemimpin yang:
• Menganggap organisasi sebagai milik pribadi
• Mengidentikan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi
• Menganggap bawahan sebagai alat semata- mata
• Tidak mau menerima kritik, saran, dan pendapat
• Terlalu bergantung kepada kekuasaan formalnya
• Dalam tindakan penggerakannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan punitif (bersifat menghukum)
2) Tipe Militeristis
Yaitu seorang pemimpin yang bertipe militeristis adalah seorang pemimpin yang memiliki sifat- sifat:
• Sering mempergunakan sistem perintah dalam menggerakkan bawahannya
• Senang bergantung pada pangkat dan jabatan dalam menggerakkan bawahannya
• Senang kepada formalitas yang berlebih- lebihan
• Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan
• Sukar menerima kritikkan dari bawahan
• Menggemari upacara- upacara untuk berbagai acara dan keadaan
3) Tipe Paternalistis
Yaitu seorang pemimpin yang:
• Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa
• Bersikap terlalu melindungi
• Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan dan inisiatif
• Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya.
• Sering bersikap maha tahu
4) Tipe Kharismatis
Hingga kini para pakar belum berhasil menemukan sebab- sebab mengapa seorang pemimpin memiliki kharisma, yang diketahui adalah bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar. Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seorang menjadi pemimpin yang kharismatis, maka sering dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supernatural powers).
5) Tipe Laissez Faire
Yaitu seorang yang bersifat:
• Dalam memimpin organisasi biasanya mempunyai sikap yang permisif, dalam arti bahwa para anggota organisasi boleh saja bertindak sesuai dengan keyakinan dan hati nurani, asal kepentingan bersama tetap terjaga dan tujuan organisai tetap tercapai.
• Organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang- orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi, sasaran yang dicapai, dan tugas yang harus dilaksanakan oleh masing- masing anggota.
• Seorang pemimpin yang tidak terlalu sering melakukan intervensi dalam kehidupan organisasional.
• Seorang pemimpin yang memiliki peranan pasif dan membiarkan organisasi berjalan dengan sendirinya
6) Tipe Demokratis
Yaitu tipe yang bersifat:
• Dalam proses penggerakkan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia adalah makhluk termulia di dunia
• Selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari para bawahannya
• Senang menerima saran, pendapat bahkan kritik dari bawahannya
• Selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses dari padanya.
• Selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan kerja tim dalam usaha mencapai tujuan
• Berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin
• Para bawahannya dilibatkan secara aktif dalam menentukan nasib sendiri melalui peran sertanya dalam proses pengambilan keputusan.
>           TEORI-TEORI  KEPEMIMPINAN
1. Teori Sifat
Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan  bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya. Ciri-ciri ideal yang perlu dimiliki pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) adalah:
– pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat, rasionalitas, obyektivitas, pragmatisme, fleksibilitas, adaptabilitas, orientasi masa depan;
– sifat inkuisitif, rasa tepat waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri relevansi, keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif, kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif;
– kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, menentukan skala prioritas, membedakan yang urgen dan yang penting, keterampilan mendidik, dan berkomunikasi secara efektif.
Walaupun teori sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain : terlalu bersifat deskriptif, tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas kepemimpinan) dan dianggap sebagai teori yang sudah kuno, namun apabila kita renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung didalamnya mengenai berbagai rumusan sifat, ciri atau perangai pemimpin; justru sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan.

2.         Teori Perilaku
Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:
a.  konsiderasi dan struktur inisiasi
Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri  ramah tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas organisasi.
b.  berorientasi kepada bawahan dan produksi
perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan, pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan.
Pada sisi lain, perilaku pemimpin menurut model leadership continuum pada dasarnya ada dua yaitu berorientasi kepada pemimpin dan bawahan. Sedangkan berdasarkan model grafik kepemimpinan, perilaku setiap pemimpin dapat diukur melalui dua dimensi yaitu perhatiannya terhadap hasil/tugas dan terhadap bawahan/hubungan kerja.
Kecenderungan perilaku pemimpin pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan dari masalah fungsi dan gaya kepemimpinan (JAF.Stoner, 1978:442-443)
3.         Teori Situasional
Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang. Faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan tertentu menurut Sondang P. Siagian (1994:129) adalah
* Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas;
* Bentuk dan sifat teknologi yang digunakan;
* Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan;
* Norma yang dianut kelompok;
* Rentang kendali;
* Ancaman dari luar organisasi;
* Tingkat stress;
* Iklim yang terdapat dalam organisasi.
Efektivitas kepemimpinan seseorang ditentukan oleh kemampuan “membaca” situasi yang dihadapi dan menyesuaikan gaya kepemimpinannya agar cocok dengan dan mampu memenuhi tuntutan situasi tersebut. Penyesuaian gaya kepemimpinan dimaksud adalah kemampuan menentukan ciri kepemimpinan dan perilaku tertentu karena tuntutan situasi tertentu.


Organisasi & Metode (Tugas III)


Proses Mempengaruhi dalam Organisasi
Segala sesuatu memerlukan proses, termasuk proses untuk mencapai tujuan pribadi maupun kelompok dalam organisasi. Dalam mencapai tujuan tersebut baik pemimpin maupun anggota harus  memiliki tanggung jawab masing-masing. Pemimpin dan anggota berhubungan timbal balik dan kinerjanya akan saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan
Elemen proses mempengaruhi ada 3 yaitu
a. Orang yang mempengaruhi
b. Metode yang mempengaruhi
c. Orang yang dipegaruhi
Memang dalam organisasi tugas pemimpin adalah mempengaruhi anggota yang dipimpinnya tersebut agar bertindak baik untuk mencapai visi dan misi dalam organisasi. Tetapi perilaku anggota organisasi juga dapat mempengaruhi kebijakan-kebijakan dari pemimpin. Proses saling mempengaruhi memiliki metode yang diantaranya adalah sebagai berikut:
·  Kekuatan fisik, dilakukan menggunakan fisik, seperti menggunakan tangan dalam mempengaruhi individu maupun kelompok (berhubungan dengan kekerasan).
·   Penggunaan sanksi, metode ini dilakukan dengan memberikan sanksi kepada individu maupun kelompok, sanksi yang diberikan berupa sanksi positif maupun negatif.
·   Keahlian, metode ini dilakukan dengan keahlian, seseorang yang mempengaruhi mempunyai keahlian dalam mempengaruhi individu maupun kelompok.
·    Kharisma (daya tarik), pada metode ini seseorang yang dipengaruhi akan tertarik kepada orang yang mempengaruhi, karena orang tersebut memiliki kharisma tanpa harus menggunakan kekuatan fisik, sanksi maupun keahlian.
Pengaruh dapat terjadi antar perorangan artinya seseorang mempengaruhi seseorang yang lainnya, kelompok dengan seseorang dan seseorang dengan kelompok.
Proses pengambilan keputusan 
1.  Merumuskan masalah. 
2.  Menganalisa masalah tersebut. 
3.  Mengembangkan  jalan/cara/alternatif untuk memecahkan masalah tersebut.
4.  Memilih jalan/cara/alternatif pemecahan yang terbaik, tepat, dan sesuai kondisi.
5.  Melakukan Keputusan yang dipilih secara efektif tepat guna.
Pengertian Komunikasi

Komunikasi Organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukkan dan penafsiran
pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan  bagian suatu organisasi
tertentu. Suatu organisasi terdiri dari dari unit-unit komunikasi dalam hubungan
hierarkis antara yang satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.
Komunikasi organisasi terjadi kapan pun, setidak-tidaknya satu orang yang menduduki suatu jabatan dalam suatu organisasi menafsirkan  suatu pertunjukkan. Karena fokusnya adalah komunikasi di antara anggota-anggota suatu organisasi. 
a.     Bagaimana Menyalurkan ide melalui Komunikasi
Bila kita melihat apa yang terjadi ketika seseorang terlibat dalam komunikasi, kita menemukan bahwa terdapat dua bentuk umum tindakan yang terjadi :
1. Penciptaan pesan atau, lebih tepatnya, penciptaan pertunjukkan  [to display menurut Random House Dictionary of The English Language 1987 : anda membawa sesuatu untuk diperhatikan seseorang atau orang lain; menyebarkan seseuatu sehingga sesuatu tsb dapat terlihat secara lengkap dan menyenangkan] .
2.  Penafsiran pesan atau penafsiran pertunjukkan  [to intepret : menguraikan atau memahami sesuatu dengan suatu cara tertentu].
Contoh : Ketika anda berpakaian warna merah di pagi hari, anda menciptakan pertunjukkan bagi diri anda sendiri. Anda menempatkan diri anda sendiri, atau setidaknya apa yang anda rasa anda pikirkan mengenai diri anda sendiri, sehingga terpandang jelas. Anda menempatkan diri anda sendiri dalam suatru posisi yang menyenangkan bagi pengamatan tertentu. Pakaian anda, perhiasan, dan hiasan wajah merepresentasikan diri anda sendiri kepada orang lain. 
      b. Hambatan Komunikasi
  •   Hambatan Teknis

Keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi. Dari sisi teknologi, semakin berkurang dengan adanya temuan baru dibidang kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, sehingga saluran komunikasi dapat diandalkan dan efesien sebagai media komunikasi. Menurut Cruden dan Sherman dalam bukunya Personel Management, 1976, jenis hambatan teknis dari komunikasi :
a.     Tidak adanya rencana atau prosedur kerja yang jelas
b.     Kurangnya informasi atau penjelasan
c.      Kurangnya ketrampilan membaca
d.     Pemilihan media [saluran] yang kurang tepat.

  • ·         Hambatan Semantik

Gangguan semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau  idea secara secara efektif. Definisi semantik sebagai studi atas pengertian, yang diungkapkan lewat bahasa. Kata-kata membantu proses pertukaran timbal balik arti dan pengertian [komunikator dan komunikan], tetapi seringkali proses penafsirannya keliru. TIDAK ADANYA hubungan antara Simbol [kata] dan apa yang disimbolkan [arti atau penafsiran], dapat mengakibatkan kata yang dipakai ditafsirkan sangat berbeda dari apa yang dimaksudkan sebenarnya. Untuk menghindari mis komunikasi semacam ini, seorang komunikator HARUS memilih kata-kata yang tepat sesuai dengan karakteristik komunikannya, dan melihat kemungkinan penafsiran terhadap kata-kata yang dipakainya.
  • ·         Hambatan Manusiawi

Terjadi karena adanya faktor, emosi dan prasangka pribadi, persepsi, kecakapan atau ketidakcakapan, kemampuan atau ketidakmampuan alat-alat pancaindera seseorang, dll. 
  • .     Hambatan yang berasal dari perbedaan individual manusia.


Perbedaan persepsi, perbedaan umur, perbedaan keadaan emosi, ketrampilan mendengarkan, perbedaan status, pencairan informasi, penyaringan informasi.
  • .     Hambatan yang ditimbulkan oleh iklim psikologis dalam organisasi.

Suasana iklim kerja dapat mempengaruhi sikap dan perilaku staf dan efektifitas komunikasi organisasi

Sumber :